Awal Yang Salah
Cerita hijrahku ini mungkin
terlihat cepat, tapi percaya atau tidak! ini tidak secepat yang kalian kira
ataupun yang kalian lihat. Beban berat dan masalah-masalah yang kurasakan dimasa-masa kelam membuatku yakin dan
berani melangkahkan kaki kedepan jauh kedepan, untuk beristiqomah kepadaNya mendekatkan
diri kepadaNya,dan hanya kepadaNya.
“ALLAH SWT”
Cerita
ini semua berawal dari aku yang dulu,
Yahh.. aku
yang sudah mulai sedikit beristiqomah, bahkan aku yang selalu mengajak
teman-teman disekitarku untuk beristiqomah dan selalu istiqomah melakukan kewajiban-kewajibanNya
seperti sholat 5 waktu dan menutup aurat namun semuanya mulai berbeda ketika
keadaan sekitarku berbeda dan faktor asmara yang aku jalani mempengaruhi
segalanya. Aku memulai melenceng dari niatan awalku, aku mulai menjauhiNya, mendekati laranganNya dan menjadikan aku lepas
pakai jilbab, bahkan lebih banyak melepasnya daripada memakainya, bukan karna
orang lain yang menyuruhnya tapi karna faktor lingkungan yang lebih cenderung membuatku
berubah terutama karna hati ini yang merasa tersakiti dan kurangnya orang-orang
disekitarku yang menuntun kejalan yang benar bahkan belum ada yang bisa untuk menggugah
hati ini, nasehat atau ajakan kebaikan pun aku hiraukan tak ada yang pernah aku
masukkan ke dalam hati, mereka yang dulu aku ajak menuju kebaikan bertanya-tanya dan mengajakku kembali kejalan yang benar tapi tidak sedikitpun yang aku resapi sama sekali terutama
nasehat orang tuaku sendiri. Mama!! Mama yang berkali-kali berpesan kepadaku bahkan
memarahi ku yang selalu tak menggunakan jilbab ketika keluar rumah semuanya tak
pernah aku hiraukan malah menimbulkan rasa marah didalam hati ini, seakan memberontak dan berjanji akan semakin menjadi. Sungguh jika merasakan aku yang dulu, air mata ini selalu menetes deras mengucap istigfhar pun serasa tak cukup. mengenang masa-masa jahiliyahku, mengingat dosa-dosaku.
Lalu
apa saja yang aku lakukan dikehidupanku yang kelam?
Aku
yang dulu??
Bersenang-senang
seakan kematian jauh dariku dan masih lama untuk memanggilku.
Membuang
buang uang yang aku hasilkan sendiri untuk kesenangan semata
Menikmati
kenakalan dunia bersama teman-temanku.
Mencari
pengalaman hidup yang tidak akan terulang lagi ketika bersuami kelak atau
setelah bertaubat
Tapi
apakah yang terjadi ketika diri ini sendiri? Dikehingan itu aku merasakan
ketenangan hati ini selalu berubah seakan-akan merasa ada yang mengganjal
dihati ini benar-benar aneh rasanya, batin ini menjadi tak tenang, dan selalu
merasa bersedih bahkan terkadang air mata ini menetes sendirinya atau menangis
histeris tanpa alasan seperti ada yang menyakiti hati ini, rasa itu tidak bisa
diungkapkan. Itulah malam-malam yang selalu aku lalui jika sendiri hingga aku
mengalami susah tidur dan selalu tidur menuju pagi ketika shubuh memanggil. Ini
juga salah satu alasanku memilih untuk menghabiskan malam dengan bersenang-senang
sampai pagi bersama-ssama temanku agar perasaan itu tidak harus selalu hadir
dimalam-malamku dan mengikutiku
Namun
apa yang aku alami?
Selama
aku jauh dari Allah??
Masalah
selalu menerpa dalam kehidupanku bertubi-tubi, baik dari segi masalah pekerjaan
yang tak henti-henti selalu datang walaupun masalah yang lama belum
terselesaikan kemudian datang lagi masalah baru begitulah seterusnya, asmara
pun tak lepas dari terjangan masalah, rasa sakit dan kecewa yang teramat dalam
hingga berujung minum-minuman keras ini pula factor terbesarnya berharap dengan
meminumnya semua beban dan masalah yang ada di diriku hilang, yah memang hilang
tapi untuk sesaat, ketika reaksi itu hilang dan masalah itu datang lagi apa
yang aku lakukan? Kembali melakukannya, begitulah seterusnya kehidupanku yang
sangat kelam, masalah dikeluarga pun juga aku rasakan dimana tidak ada
kedamaian didalamnya yang ada hanyalah sebuah pertikaian entah karena masalah
kecil yang dibesarkan, tidak ada yang mau mengalah dan mungkin juga bisa karna factor
ekonomi yang begitu cepat berputar, sampai terkadang-kadang terlintas dibenak
ini ingin mengakhiri hidup, hidup yang tak pernah ada keindahan dan ketenangan
batin ini. Dikesendirian inilah terkadang bayangan-bayangan hadir di depan
mata, terkadang menemani atau terkadang rasa takut yang muncul. Memang dari
kecil aku bisa melihat makhluk yang tidak terlihat tapi tidak semua makhluk
halus dan ini sudah sering terjadi, berkomunikasi pun sesekali pernah. Melihat
mereka yang telah meninggal, diganggu secara fisik yang tidak logis bagi mereka
yang belum pernah merasakannya. Disinilah terkadang salah satu hiburanku
bersama teman-temanku yang sama-sama bisa melihat seperti memiliki tantangan
hidup dan kami selalu saling bercerita bertukar kisah. Seperti merasa memiliki
apa yang orang lain tidak semua memilikinya. Merasa istimewa dan terpilih.