Diary Cicut

Rabu, 04 Oktober 2017

History Hijrahku

Awal Yang Salah

Cerita hijrahku ini mungkin terlihat cepat, tapi percaya atau tidak! ini tidak secepat yang kalian kira ataupun yang kalian lihat. Beban berat dan masalah-masalah yang kurasakan dimasa-masa kelam membuatku yakin dan berani melangkahkan kaki kedepan jauh kedepan, untuk beristiqomah kepadaNya mendekatkan diri kepadaNya,dan hanya kepadaNya.
“ALLAH SWT”

Cerita ini semua berawal dari aku yang dulu,
Yahh.. aku yang sudah mulai sedikit beristiqomah, bahkan aku yang selalu mengajak teman-teman disekitarku untuk beristiqomah dan selalu istiqomah melakukan kewajiban-kewajibanNya seperti sholat 5 waktu dan menutup aurat namun semuanya mulai berbeda ketika keadaan sekitarku berbeda dan faktor asmara yang aku jalani mempengaruhi segalanya. Aku memulai melenceng dari niatan awalku, aku mulai menjauhiNya, mendekati laranganNya  dan menjadikan aku lepas pakai jilbab, bahkan lebih banyak melepasnya daripada memakainya, bukan karna orang lain yang menyuruhnya tapi karna faktor lingkungan yang lebih cenderung membuatku berubah terutama karna hati ini yang merasa tersakiti dan kurangnya orang-orang disekitarku yang menuntun kejalan yang benar bahkan belum ada yang bisa untuk menggugah hati ini, nasehat atau ajakan kebaikan pun aku hiraukan tak ada yang pernah aku masukkan ke dalam hati, mereka yang dulu aku ajak menuju kebaikan bertanya-tanya dan mengajakku kembali kejalan yang benar tapi tidak sedikitpun yang aku resapi sama sekali terutama nasehat orang tuaku sendiri. Mama!! Mama yang berkali-kali berpesan kepadaku bahkan memarahi ku yang selalu tak menggunakan jilbab ketika keluar rumah semuanya tak pernah aku hiraukan malah menimbulkan rasa marah didalam hati ini, seakan memberontak dan berjanji akan semakin menjadi. Sungguh jika merasakan aku yang dulu, air mata ini selalu menetes deras mengucap istigfhar pun serasa tak cukup. mengenang masa-masa jahiliyahku, mengingat dosa-dosaku.

Lalu apa saja yang aku lakukan dikehidupanku yang kelam?
Aku yang dulu??
Bersenang-senang seakan kematian jauh dariku dan masih lama untuk memanggilku.
Membuang buang uang yang aku hasilkan sendiri untuk kesenangan semata
Menikmati kenakalan dunia bersama teman-temanku.
Mencari pengalaman hidup yang tidak akan terulang lagi ketika bersuami kelak atau setelah bertaubat
Tapi apakah yang terjadi ketika diri ini sendiri? Dikehingan itu aku merasakan ketenangan hati ini selalu berubah seakan-akan merasa ada yang mengganjal dihati ini benar-benar aneh rasanya, batin ini menjadi tak tenang, dan selalu merasa bersedih bahkan terkadang air mata ini menetes sendirinya atau menangis histeris tanpa alasan seperti ada yang menyakiti hati ini, rasa itu tidak bisa diungkapkan. Itulah malam-malam yang selalu aku lalui jika sendiri hingga aku mengalami susah tidur dan selalu tidur menuju pagi ketika shubuh memanggil. Ini juga salah satu alasanku memilih untuk  menghabiskan malam dengan bersenang-senang sampai pagi bersama-ssama temanku agar perasaan itu tidak harus selalu hadir dimalam-malamku dan mengikutiku

Namun apa yang aku alami?
Selama aku jauh dari Allah??

Masalah selalu menerpa dalam kehidupanku bertubi-tubi, baik dari segi masalah pekerjaan yang tak henti-henti selalu datang walaupun masalah yang lama belum terselesaikan kemudian datang lagi masalah baru begitulah seterusnya, asmara pun tak lepas dari terjangan masalah, rasa sakit dan kecewa yang teramat dalam hingga berujung minum-minuman keras ini pula factor terbesarnya berharap dengan meminumnya semua beban dan masalah yang ada di diriku hilang, yah memang hilang tapi untuk sesaat, ketika reaksi itu hilang dan masalah itu datang lagi apa yang aku lakukan? Kembali melakukannya, begitulah seterusnya kehidupanku yang sangat kelam, masalah dikeluarga pun juga aku rasakan dimana tidak ada kedamaian didalamnya yang ada hanyalah sebuah pertikaian entah karena masalah kecil yang dibesarkan, tidak ada yang mau mengalah dan mungkin juga bisa karna factor ekonomi yang begitu cepat berputar, sampai terkadang-kadang terlintas dibenak ini ingin mengakhiri hidup, hidup yang tak pernah ada keindahan dan ketenangan batin ini. Dikesendirian inilah terkadang bayangan-bayangan hadir di depan mata, terkadang menemani atau terkadang rasa takut yang muncul. Memang dari kecil aku bisa melihat makhluk yang tidak terlihat tapi tidak semua makhluk halus dan ini sudah sering terjadi, berkomunikasi pun sesekali pernah. Melihat mereka yang telah meninggal, diganggu secara fisik yang tidak logis bagi mereka yang belum pernah merasakannya. Disinilah terkadang salah satu hiburanku bersama teman-temanku yang sama-sama bisa melihat seperti memiliki tantangan hidup dan kami selalu saling bercerita bertukar kisah. Seperti merasa memiliki apa yang orang lain tidak semua memilikinya. Merasa istimewa dan terpilih.